BAB
II
TINJAUAN
PUSTAKA

2.1 Definisi PorcelainPorcelain
adalah bahan keramik putih yang bersifat rapuh, tetapi mempunyai sifat
translusen, korosi yang rendah, dan mengkilat, dimana pembakarannya dengan
temperature yang tinggi (Sembiring,2006).
Porselen adalah bahan yang terbuat dari jenis keramik yang dibakar dengan suhu tinggi dari bahan lempung murni yang tahan api. Terdiri dari senyawa
logam dan non logam yang diproses dengan pemanasan suhu tinggi
(Anusavice, 2003).
Porcelain
adalah bahan keramik yang terbuat dari kaolin, feldspar, silica, dan berbagai
pigmen (Kamus Kedokteran Gigi, 2013).
2.2. Syarat PorcelainSyarat
Porcelain dalam Kedokteran Gigi adalah sebagai berikut :
a. Dapat
memberikan penampilan natural gigi
b. Biokompatibel
c. Tidak
toksik
d. Tidak
mengiritasi
e. Tidak
mengabrasi gigi antagonis
f. Tidak
dapat larut dalam saliva
g. Dapat
beradaptasi dengan baik dalam temperatur rongga mulut
2.3
Sifat-sifat Porcelain1. Sifat
fisis
Keuletan
dan tegangan geseknya rendah tetapi tegangan tariknya tinggi. Thermal ekspansi
dari dental porselen sama dengan thermal ekspansi substansi gigi yaitu sekitar
4,1 x 10 mm/C³. selain itu sifat
insulatornya juga baik yakni penghantar panas yang rendah, difusi panas yang
rendah, dan penghantar listrik yang rendah (Craig, 2006).
2. Sifat
kimiaSuatu
porselen memiliki sifat kelembapan kimia, dimana kelembapan kimia ini merupakan
karakteristik yang penting karena memastikan bahwa permukaan restorasi gigi
tidak melepaskan elemen-elemen yang berbahaya selain mengurangi risiko dari
kekerasan permukaan serta meningkatnya kerentanan terhadap adhesi
bakteri.Selain itu sifat kimia yang penting ini ialah porselen merupakan bahan
yang biokompatibel dengan lingkungan rongga mulut dan juga tidak dapat dirusak
oleh lingkungan (Craig, 2006).3. Sifat
mekanis
Porselen
adalah suatu bahan yang getas, oleh karena itu perkembangan porselen lebih
mengarah pada perbaikan sifat mekanis, antara lain dengan penambahan alumina
yang dapat memperkuat bahan. Selain itu sebagian besar keramik memiliki sifat
refraktori, kekerasan dan kerentanan terhadap fraktur karena rapuh (Craig, 2006).Untuk
kekerasan keramik disini saat sebelum diaplikasikan menjadi suatu bahan
restorasi memang memiliki kekuatan yang lebih besar daripada enamel. Akan
tetapi pada saat telah diaplikasikan, kekerasanya sangat diharapkan sama dengan
enamel untuk meminimalkan keausan pada restorasi keramik dan mengurangi
kerusakan akibat keausan yang terjadi pada enamel karena adanya restorasi
keramik (Craig, 2006).4. Sifat
estetik
Sifat
estetik adalah salah satu sifat yang sangat penting karena keramik mampu meniru
penampilan dan menyamai gigi asli (Craig, 2006).5. Sifat
porus
Pada
saat pembakaran dapat terjadi gelembung-gelembung udara yang tidak dapat
dihindari sehingga menyebabkan terbentuknya rongga diantara partikel
porselen.Hal ini menyebabkan porselen ini mudah pecah karena kepadatan dari
porselen itu sendiri kurang. Untuk mengurangi porusitas tersebut, beberapa
peneliti menganjurkan cara sebagai berikut (Craig, 2006) :a. Pembakaran
pada tungku hampa tekanan untuk mengeluarkan air.
b. Pembakaran
dengan adanya suatu gas yang dapat merembes keluar dari porselen.
c. Pendinginan
dibawah tekanan untuk mengurangi resultan besarnya pori-pori.
6. Sifat
thermal
Konduktifitas
thermal dan koefisien thermal mirip jaringan enamel dan dentin (Craig, 2006). 2.4 Komposisi Dental Porcelain Dental
porcelain dibentuk dengan mencampur dengan membakar mineral mineral
khususnya feldspar, kaolin, quartz, fluks, dan pigmen (Sembiring,2006).

1. Feldspar
Feldspar merupakan sejenis mineral yang
mengandung unsur-unsur kalium, natrium, silikat, aluminium ganda, dan
potassium.pada temperature pembakaran normal bagi peleburan porcelain bertindak sebagai suatu matriks
yang mengikat kristal kristal kaolin yang kecil dan bentuknya tidak
beraturan.jika dibakar. Feldspar
adalah mineral alami berupa anhydrous alumino-silicate, dan dapat diperoleh dalam bentuk soda feldspar
(Na2O, Al2O3, 6 SiO2), lime feldspar (CaO, Al2O3, 6SiO2 ),
dan potas
feldspar (K2O, Al2O3, 6SiO2 ). Jika dibakar akan meleleh menjadi bahan
yang bening seperti gelas yang membentuk matriks atau sebagai pengikat bagi
kaolin dan quartz. Feldspar juga digunakan sebagai bahan fluks. Feldspar meleleh menjadi bahan yang
bening seperti gelas yang membentuk matriks bagi kaolin dan quartz.fungsi
feldspar adalah sebagai permukaan lapisan kaca dan juga sebgai matriks
(sembiring,2006).
Feldspar alami digunakan pada pembuatan dental porcelain, merupakan campuran dari
albite dan mikroline. Variasi alaminya tidak pernah murni dan perbandingan soda
terhadap potash dapat bervariasi antara satu dan lainnya (sembiring,2006).
2. Kaolin
Kaolin adalah silikat aluminium hidrat
yang dihasilkan dari dekomposisi mineral mineral feldspatik, yang mirip seperti
tanah liat yang tidak berubah warna ketika dibakar. Kaolin memiliki sifat yang
tidak bening (opak). Kaolin
merupakan bahan pengikat untuk mempertahankan kepadatan dan kekuatan porcelain agar dapat dibentuk sebelum
dibakar .
3. Quartz
Quartz memberikan kekakuan dan kekerasan
pada masa porcelain selama dan
sesudah pembakaran. Quartz digunakan pada porcelain
sebagai penambah kekuatan.Walaupun mengalami reaksi dengan feldspar untuk
mendapatkan suatu bonding, quartz bereaksi terutama sebagai bahan pengisi (Sembiring, 2006).
4. Fluks
Fluks ditambahakan untuk meningkatkan
aliran campuran dan untuk mengabsorbsi atau menghilangkan kotoran-kotoran
tertentu. Fluks yang lazim dipakai karbonat, kalium, natrium, boraks dsan
oksida timah hitam (pbo).Titik pembakaran dari sebuah porcelaindapat bervariasi oleh karena kuantitas dari kumpulan fluks
yang terkandung dari porcelain
(sembiring, 2006).
Konsentrasi fluks sebaiknya seimbang,
tetapi bila terlalu tinggi dapat menyebabkan antara lain:
1. Mengurangi daya tahan kemis kaca
2. Dapat menyebabkan kaca mengalami
kristalisasi
5. Pigmen
Pigmen digunakan untuk member warna yang
dikehendaki, bahan ini bersatu dalam bubuk. Bahan pewarna dalam dental porcelain adalah:
a) Titanium
untuk member warna kuning dan dapat dipergunakan untuk membuat bahan menjadi
lebih opak
b) Kobalt
untuk member warna kebiru-biruan
c) Besi
untuk member warna kecoklat-coklatan
d) Timah
dan emas untuk member warna merah jambu
e) Metallic
gold untuk member warna bayangan merah kecoklatan
f) Platina
untuk member warna keabu-abuan
6. Bahan
Glaze Dan Bahan Noda
Untuk
mendapatkan hasil estetik yang dikehendaki (Nofrita, 2003).
7. Gula
Dan Starch
Dapat diikutkan sebagai bahan pengikat bahan
pewarna yang dicampurkan berguna untuk menghasilkan warna yang berbeda sesuai
dengan warna gigi alami, juga untuk meniru noda yang ditemukan pada beberapa
gigi dan untuk menghasilkan sebuah restorasi yang menyerupai jaringan gingiva (Nofrita, 2003).
2.5
Jenis-jenis Porselen dalam Kedokteran Gigi1.
All Porselen
All
porselen merupakan restorasi yang digunakan di kedokteran gigi yang bahannya
berasal dari porselen murni tanpa ada campuran bahan lainnya.Keuntungan All porselen :a. Sangat estetis.
b. Warna stabil dalam pemakaian.
c. Tidak mudah aus jika pembuatannya baik.
d. Tidak memiliki bau.
e. Tidak bereaksi dengan cairan rongga mulut.
f. Tidak menimbulkan alergi karena bersifat biokompatible.
g. Bahan isolator panas yang baik.
h. Permukaannyayang mengkilap dan licin sehingga akan
mempersulit retensi plak, debris, dan sisa-sisa makanan ketika diaplikasikan
dalam rongga mulut. (Annusavice, 2003)
Kekurangan All porselen :a. Mudah pecah jika diberi tekanan yang berlebihan.
b. Pembuatannya yang cukup sulit.
c. Kurang kuat.
d. Dapat menyebabkan gigi antagonisnya mengalami aus jika
restorasinya kurang baik.
e. Harganya yang lebih mahal jika dibandingkan dengan
restorasi metal porselen.
f. Sulit memadupadankan warna yang sesuai dengan warna gigi
asli pasien sehingga membutuhkan keahlian khusus dan pengalaman dari operator
sendiri. (Anusavice, 2003)
2. Porcelain Fused to Metal
Pada crown dengan bahan Porcelain Fused to Metal (PFM), kekuatan diperoleh dari
substruktur metal dan estetik didapatkan dari veneer porcelain. Crown PFM
digunakan untuk mengembalikan gigi yang rusak sangat parah untuk melindungi
struktur gigi yang tersisa, dan juga untuk mempertahankan oklusi dan menawarkan
estetik. Crown PFM dapat
diaplikasikan pada gigi anterior maupun gigi posterior (Sadaf dan Ahmad, 2011).Pada crown PFM
terdiri dari beberapa lapis bubuk porselen dalam air yang kemudian difusikan dengan kerangka
dari metal, melalui pembakaran (firing).
Lapisan-lapisan ini memiliki tiga tingkatan translusensi yang berbeda. Lapisan
pertama merupakan lapisan opaque yang
digunakan untuk menutupi substrat metal yang gelap. Lapisan intermediate, disebut juga sebagai
dentin, adalah konstruksi utama dari struktur gigi artifisial dan juga
digunakan untuk menyediakan translusensi pada porselen. Lapisan paling atas
atau superfisial, adalah lapisan paling translusen yang disebut sebagai
porselen email atau insisal. Setiap lapisan difusikan dalam electric atau vacuum furnace pada sekitar 1000 ˚C
untuk memperoleh sifat yang optimal (Mrazova dan Klouzkova, 2009).Restorasi PFM adalah tipe porselen gigi yang paling umum digunakan.
Berdasarkan perbedaan temperatur ada tiga tipe porselen gigi yaitu:a. Regular felspathic porcelain (temperatur
tinggi 1200-1400 ˚C).b. Aluminous porcelain (temperatur
sedang 1050-1200 ˚C).c. Metal bonding porcelain (temperatur
rendah 800-1050 ˚C).PFM merupakan metal bonding porcelain (Mrazova
dan Klouzkova, 2009).PFM terdiri atas beberapa lapisan
yang difusikan secara kimia pada dasar kerangka metal. Substruktur metal mendukung
keramik dan membuat keramik bertahan lama terhadap beban dari kekuatan mulut
(Sadaf dan Ahmad, 2011).Restorasi metal keramik harus memenuhi syarat–syarat, antara lain, adalah
sebagai berikut:a. Metal dan keramik mempunyai
ikatan yang kuat.b. Metal dan keramik mempunyai thermal
expansion yang sesuai.c. Keramik yang dipakai relatif
mempunyai low fusing.d. Metal harus tahan terhadap deformasi pada saat keramik mencapai fusing.e. Bahan–bahan yang dipakai harus
bersifat biokompatibel terhadap jaringan. Keuntungaan PFM sebagai bahan crown adalah:1. Tahan terhadap tekanan mastikasi dan resisten terhadap
fraktur.
2. Tahan lama di dalam rongga mulut.
3. Metal yang di lapisi dengan porselen membuat crown yang dipakai menjadi estetis
karena memiliki warna yang sama dengan gigi.
4. Dapat digunakan dengan kavitas yang luas dan besar.
5. Cocok untuk digunakan pasien yang memiliki kebiasaan bruxism.
6. Warna PFM sebagai crown dapat bertahan lama (tidak
dapat berubah warna)
Kekurangan PFM
dalam bidang kedokteran gigi: 1. Lebih banyak jaringan gigi yang harus dihilangkan. 2.Harga lebih mahal karena setidaknya membutuhkan dua
kali kunjungan dan juga bila menggunakan alloy
metal yang mahal.
(Sinabutar,
2008). 3. Mahkota Pigura Facing Porcelain
Mahkota
Pigura (dengan Facing Porselen)
adalah suatu restorasi yang menyelubungi seluruh permukaan klinis gigi dan
terbuat dari logam campur, di mana bagian labial / bukal dilapisi dengan bahan
sewarna gigi porselen (Hatrick, 2011).Macam-Macam Mahkota Pigura Facing Porcelain:a. Mahkota Tuangan Penuh (FullCast
Crown).b. Mahkota Pigura (dengan Facing Akrilik).c. Mahkota Jaket (Jacket Crown).d. Mahkota Pasak.
Indikasi Mahkota Pigura Facing Porselen :1. Gigi dengan kebutuhan estetik yang tinggi, biasanya untuk gigi anterior
dengan gigitan dalam.2. Gigi dengan karies proksimal atau fasial yang tak dapat direstorasi
secara efektif dengan menggunakan resin komposit.3. Gigi dengan tepi insisal yang masih relatif utuh (Hatrick,2011).
Kontraindikasi Mahkota Pigura Facing Porselen :1.
Pasien dengan indeks karies
tinggi
2.
Pasien dengan kebiasaan
buruk bruxism.
3.
Premolar atau molar pertama
(molar kedua tidak dibutuhkan estetik)
4.
Gigi dengan mahkota klinis
pendek karena sulit dipakai untuk retensi.
5.
Gigi dengan kekuatan yang
sangat kurang terutama di bagian oklusal, sehingga mudah pecah atau mudah
lepas.
6.
Pasien dengan oral hygiene buruk. (Hatrick,2011) .
2.6
Struktur Porselen
Struktur Porselen:a.
Opaque Shade (lapisan opak)Untuk
menutup warna jaringan di bawahnya, warna buram.b.
Dentin Shade (lapisan untuk dentin
atau body)Lebih
translusen dari pada opaque shade,
menentukan warna dan bentuk restorasi.c.
Enamel ShadeMembentuk
bagian luar mahkota, translusen warna bisa disesuaikan dengan gigi asli. 2.7 Klasifikasi
Dental Porcelaina. Dental porcelain
diklasifikasikan atas tiga jenis menurut ketinggian temperature yang diperlukan
agar terjadi penyatuan pada porcelain
(fusing) tersebut, sebagai berikut:1. High
fusing dental porcelain Dengan fusing temperature diantara 1300oc
(2372of).High
fusing porcelain digunakan membuat enamel gigi tiruan. Porcelain jenis high fusing ini
digunakan untuk konstruksi gigi palsu tetapi komposisi yaqng mirip dapat
digunakan untuk konstruksi mahkota jaket porcelain
dan memerlukan waktu lima menit atau lebih untuk melebur temperature tersebut
(Sembiring,2006).
2. Medium
fusing dental porcelain Dengan fusing temperature diantara 1101o-1300oc
(2013o-2072of).Medium
fusing porcelain digunakan untuk
membuat elemen gigi tiruan.kegunaan porcelain
ini sama dengan high fusing porcelain
(Sembiring,2006).
3. Low
fusing dental porcelain Dengan fusing temperature diantara 850o-1100oc
(1562of).Low
fusing porcelain digunakan untuk
pembuatan mahkota dan jembatan (Sembiring,2006).
Tabel2.1 Komposisi dari dental porcelain
Porselen
|
Kaolin
|
Feldspar
|
Silika
|
Sodium karbonat
|
Boraks
|
Kalsium karbonat
|
Natrium karbonat
|
(%)
|
|||||||
High fusing porselen
|
4
|
81
|
15
|
-
|
-
|
-
|
-
|
Medium fusing porselen
|
6
|
61
|
19
|
-
|
1
|
5
|
2
|
Low fusing porselen
|
-
|
60
|
12
|
8
|
11
|
1
|
-
|
Jenis ini lebih translusen daripada yang diatas, ini sangat menentukan bentuk dan warna restorasi.3. Porcelain untuk enamel porcelain jenis ini membentuk bagian luar mahkota, dan agak translusen.
"catatan:
lanjutan page ini : http://dentalporcelain.blogspot.com/2015/04/lanjutan-bab-2-dental-porcelain-2.html
glomerulonefritis: http://urinariaphyllanthus.blogspot.com/2015/04/glomerulonefritis.html
temporo mandibulan join : http://gangguantmj.blogspot.com/2015/04/temporo-mandibular-joint.html
biomat bab 2 : http://makalahbiomat.blogspot.com/2015/04/makalah-biomat-bab-2.html
lanjutan biomat bab 2 : http://makalahbiomat.blogspot.com/2015/04((/lanjutan-bab-ii-2.html
pembaasan biomat bab 4 : http://makalahbiomat.blogspot.com/2015/04/bab-iv-pembahasan-biomat.html
ini referensinya dari mana ya?
ReplyDeletekak kenapa gigi premolar dan molar merupakan kontra indikasi dari mahkota figura dengan facing porselen?
ReplyDeleteRefrensi yang facing porcelain kak?
ReplyDeleteGa ketemu
nice information, thanks.
ReplyDeletedokter gigi
dokter gigi tangerang
dokter gigi serpong
kawat gigi
veneer
dental klinik